Biasa Makan Sambil Berdiri? Pahami Efek dan Hukumnya

  • Whatsapp
Bahaya Makan Sambil Berdiri
Ilustrasi Makan Sambil Berdiri

Batumartaupdate.com – Makan sambil berdiri banyak terlihat disekeliling kita mulai dari kalangan muda sampai yang tua, terlebih di acara umum seperti hajatan perkawinan dan lain sebagainya bak menjadi sebuah kebiasaan yang normal.

Dalam kajian Ilmu Kedokteran, Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan seperti dilansir pada halaman dokter sehat, makan sambil berdiri bisa menimbulkan Gangguan pada pencernaan, Perut kembung, Asam lamung, Peningkatan aktivitas kandung kemih, Mual, Nyeri dada akibat penumpukan gas, Membuat Anda merasa lapar, Memicu makan berlebihan, Gangguan fungsi ginjal.

Dalam kajian Ilmu Agama Islam para ulama menjadi salah satu bagian penting di era seperti sekarang ini karena minimnya pengetahuan kebanyakan orang dalam memahami Al-Quran dan Hadist sehingga beberapa fatwanya menjadi acuan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai bab makan sambil berdiri, sebagian ulama ada yang melarangnya dan sebagian ada yang memperbolehkannya pada saat kondisi tertentu.

Seperti dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim berikut:

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا قَالَ قَتَادَةُ فَقُلْنَا فَالْأَكْلُ فَقَالَ ذَاكَ أَشَرُّ أَوْ أَخْبَثُ

Artinya, “Dari sahabat Anas RA, dari Nabi Muhammad SAW bahwa ia melarang seseorang meminum sambil berdiri. Qatadah berkata. Kami bertanya, ‘Kalau makan bagaimana?’ Rasul menjawab, ‘Itu lebih buruk atau lebih keji,’” (HR Muslim).

Dalam hadis di atas jelas diterangkan bahwa minum sambil berdiri merupakan sebuah larangan apalagi makan sambil berdiri dinotasikan sebagai sesuatu yang lebih buruk atau keji.

Sebaliknya sebagian ulama memperbolehkan (tidak haram) minum atau makan sambil berdiri apabila pada saat kondisi tertentu, dengan dasar hadist yangt diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah berikut ini:

عن ابن عمر قال كنا نأكل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم ونحن نمشي ونشرب ونحن قيام

Artinya, “Dari sahabat Ibnu Umar RA, ia bercerita, ‘Kami makan di masa Rasulullah sambil berjalan. Kami minum sambil berdiri,’” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Imam An-Nawawi juga merupakan salah satu ulama yang memperbolehkan makan sambil berdiri, beliau memaknai hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai praktik yang menyalahi aturan (khilaful afdhal atau khilaful aula), bukan larangan makruh apalagi haram.

وأما الأكل فإن كان لحاجة فجائز وإن كان لغير حاجة فهو خلاف الأفضل ولا يقال إنه مكروه وثبت في صحيح البخاري من رواية ابن عمر رضي الله تعالى عنه أنهم كانوا يفعلونه وهذا مقدم على ما في صحيح مسلم عن أنس أنه كرهه

Artinya, “Adapun makan (sambil berdiri), jika dilakukan karena suatu hajat, maka itu boleh. Tetapi jika tidak ada hajat sama sekali, maka tindakan itu menyalahi yang utama dan tidak disebut makruh. Hal itu telah tetap pada Shahih Bukhari (mungkin maksudnya At-Tirmidzi dan Ibnu Majah-pent.) dari riwayat sahabat Ibnu Umar RA bahwa para sahabat nabi melakukannya (makan sambil berdiri). Riwayat ini didahulukan daripada riwayat dalam Shahih Muslim dari sahabat Anas RA bahwa ia menyatakan makruh,” (Imam An-Nawawi, Fatawal Imam An-Nawawi, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2018 M/1439 H], halaman 73).

Namun demikian dalam memaknai beberapa hadist di atas, makan sebaiknya dilakukan sambil duduk sebagai praktik yang dianjurkan dan lebih dekat dengan keutamaan, keafdolan dan aula.

Source: NU.OR.ID, DOKTER SEHAT
Editor: F-Wtk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *