Pesantren Pusat Ekonomi Masyarakat, Lembaga Permodalan diperkuat

  • Whatsapp
Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin

Batumartaupdate.com – Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin menyampaikan upaya membangkitkan ekonomi pada UKM pesantren dengan penguatan lembaga permodalan sehingga menjadikan pesantren pusat ekonomi dan keuangan masyarakat di sekitarnya pada saat menerima Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) secara virtual di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, pada Kamis (03/09/2020).

“Selain bantuan sosial, saya dorong itu bagaimana penguatan Kementerian Koperasi dengan lembaganya namanya LPDB, Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir. Ini kita perkuat supaya membantu membiayai lembaga di pesantren-pesantren itu. Kita ingin kembangkan sehingga disetiap pesantren bisa menjadi pusat keuangan dan juga menjadi pusat ekonomi riil,” pungkas Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin.

Upaya dalam rangka penguatan kelembagaan ini dapat dilakukan dengan penyederhanaan prosedur dalam pengajuan permodalan. Misalnya, dengan membangkitkan peran koperasi di daerah-daerah dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang merupakan lembaga keuangan mikro berbasis Syariah.

“Selain Bank Wakaf Mikro, BMT, juga koperasi syariah akan terus dikembangkan. Lembaga keuangan syariah tersebut akan memberikan bantuan permodalan, sebelumnya pinjaman diperoleh melalui bank, kedepan bisa dilakukan di lembaga keuangan syariah dengan syarat dan tahapan yang lebih mudah dan singkat,” ujar Wapres.

Wapres juga menilai, perlu penguatan pada pelaku usaha dan usaha yang dijalankannya.Permodalan dan usaha dapat diibaratkan seperti dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya berjalan berimbang dan bersamaan.

“Bisnisnya harus dikembangkan, ditumbuhkan. Karena kalau lembaga-lembaga itu istilahnya itu bisnya, sedangkan penumpang adalah pebisnis ini. Karena itu pebisnis yang berbasis syariah harus ditumbuhkan. Sebab tidak mungkin semua berjalan tanpa bisnisnya,” kata Wapres.

Tak lupa Wapres juga mengingatkan, selain sektor usaha, dampak ekonomi yang juga sangat dirasakan oleh masyarakat dengan ekonomi lemah atau dikenal dengan sebutan kaum duafa yaitu adanya pandemi Covid-19. UWapres menghimbau pemberian zakat maupun sedekah kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat) dapat ditingkatkan. Sekarang inilah waktu yang tepat untuk menyalurkan bantuan-bantuan tersebut.

“Bantuan masyarakat berupa sedekah dari berbagai kalangan, perorangan maupun organisasi dalam suasana pandemi ini sangat penting. Sedekah yang paling utama itu ketika dibutuhkan. Sekarang memang masyarakat sangat membutuhkan sedekah itu, dan itu saya kira yang paling besar pahalanya, untuk meringankan mereka yang mengalami kemiskinan. Baik miskin lama maupun miskin baru,” pungkas Wapres.

Pada kesepatan sebelumnya, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso menyampaikan, LDII siap berkontribusi dalam membangkitkan Indonesia dari dampak pandemi Covid-19. Beberapa upaya yang akan dilakukan oleh LDII meliputi 8 program prioritas, di antaranya wawasan kebangsaan, pendidikan, kesehatan dan herbal, pangan, pertanian, energi terbarukan, teknologi digital dan ekonomi syariah. Organisasi yang dipimpinnya telah melakukan banyak kerja sama dengan pihak-pihak terkait sebagai upaya menyukseskan 8 program prioritas tersebut.

“Pandemi Covid-19 merupakan tantangan sangat besar bagi pemerintah, hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi LDII juga turut bertanggung jawab agar permasalahan bangsa ini segera terselesaikan dan Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya.

Chriswanto juga berharap kerjasama ini nantinya akan membawa persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Indonesia.

“Harapan kami dengan kerjasama ini tidak hanya pemberdayaan yang kita lakukan, akan tetapi juga sekaligus dalam rangka menjalin Ukhwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama tanah air), Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan karena kemanusiaan) di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Punkasnya.

Source: Sorona
Editor: F-Wtk

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *