Rutinan Majelis Ngopi Aswaja di Blok E Desa Marta Jaya, Lubuk Raja

  • Whatsapp
Majelis Ngopi Aswaja Batumarta

Batumartaupdate.com – Kegiatan bernuansa Islami, yang dimotori oleh para santri muda tergabung dalam Majelis Ngopi Aswaja dipimpin oleh Bapak Suyitno di bawah naungan dan arahan KH. Sofwan Sihab selaku Penyuluh Agama Islam Kabupaten OKU dan sekaligus sebagai Rois Syuriah PCNU OKU, setiap bulan mengadakan acara Rutinan dalam rangka Pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.

Ustadz Suyitno Bersama Jamaah Majelis Ngopi Aswaja Batumarta

Hadir pada acara tersebut hampir seluruh Anggota Majelis Ngopi Aswaja yang berasal tidak hanya dari Batumarta, namun juga hadir Jama’ah asal Baturaja. Acara ini dikomandoi oleh Bapak Suyitno, dihadiri pula oleh Bapak Yoyon M Asfai selaku Ketua PAC ANSOR Kec. Lubukraja, KH. Sofwan Sihab sebagai Pengisi Tausiyah sekaligus Pemberi Petuah dan Nasihat, dilengkapi dengan kehadiran Grup Hadroh Al-Amin binaan Bapak Ali Romadhon menambah ramai dan semaraknya kumandang Sholawat kepada Nabi Muhammad, SAW.

Read More

Grup Hadroh Al-Amin binaan Ust. Ali Romadhon
Grup Hadroh Al-Amin binaan Ust. Ali Romadhon

Acara Majelis Ngopi Aswaja ini tak lepas dari peran serta panitia pelaksana dalam mengawal berlangsungnya kegiatan sampai dengan selesai, berlokasi di Blok E Desa Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja, tepatnya di Musholla Darul Falah yang diurus oleh Bapak Muslih, didukung sepenuhnya oleh para sesepuh seperti H. Marsidi dan seluruh Warga lingkungan sekitar, mulai pukul 21:00 WIB sampai 23:00 WIB acara ini berlangsung lancar dan sukses.

Dimulai dari Pembukaan, Maulid Diba’ lalu Mahalul Qiyam, Dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali oleh para Jama’ah secara bersama-sama, kemudian Tausiyah Agama Islam, diakhiri dengan Do’a yang di pimpin langsung oleh KH. Softwan Sihab.

Pada kesempatan kali ini, KH. Sofwan Sihab yang didaulat sebagai pengisi Tausiyah menyampaikan bahwa dalam hal mengajak dalam perkara kebaikan, tak perlu menunggu kita harus sempurna.

KH Softwan Shihab Saat Tausiyah Agama Islam di Acara Majelis Ngopi Aswaja Batumarta
KH Softwan Shihab Saat Tausiyah Agama Islam di Acara Majelis Ngopi Aswaja Batumarta

“Mengajak kebaikan jangan menunggu kita jadi sempurna, intinya ajak siapa saja dalam perkara kebaikan mumpung belum mati”, pungkasnya Jum’at (4/9/2020).

Selang acara, ada sesi tanya jawab yang ditujukan sebagai upaya pembelajaran dan interaktif supaya terjalin suasana keakraban antar Jama’ah.

“Perkara sholah berjama’ah bagaimana hukumnya jika ada ma’mum yang tidak sepaham dengan imam, sehingga ada keragu-raguan yang timbul di hati ma’mun tersebut?”, tanya Fajar Witoko.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab dengan lugas oleh KH. Sofwan Sihab, tentunya jawaban tersebut memberikan kepuasan tersendiri kepada para Jama’ahnya.

“Tidak membatalkan Sholat, namun hukumnya Makruh”, tegas KH. Sofwan Sihab.

Hal ini sejalan dengan materi Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, dalam literatur fikih mazhab Syafi’i, seorang imam yang tak disukai sebagian besar jemaah sholat dihukumi makruh memimpin sholat.

Pendapat ini didasarkan pada hadis diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, yang menyatakan Nabi Muhammad SAW bersabda ada tiga orang yang Allah tidak mengangkat sholat mereka ke atas kepalanya. Salah satunya adalah orang yang menjadi imam, padahal tidak disukai jemaahnya.

Pendapat ini seperti diterangkan oleh Abu Ishaq Asy Syirazi dalam kitabnya, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i.

Dimakruhkan seseorang sholat menjadi imam bagi suatu kaum, sedangkan mayoritas dari kaum itu tidak menyukainya. Pandangan ini didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas RA yang menyatakan bahwa Nabi SAW pernah mengatakan bahwa ada tiga orang yang Allah tidak mengangkat sholat mereka ke atas kepalanya, salah satunya yang disebutkan dalam riwayat tersebut adalah seseorang yang mengimami suatu kaum padahal kaum tersebut tidak menyukainya.

Tetapi, jika yang tidak suka hanya sedikit, maka hukum makruh tidak berlaku. Ini karena tidak semua orang bisa menyukai imam yang bersangkutan. Hal ini berdasarkan pendapat Abu Ishaq As Syirazi dalam kitab Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imamis Syafi’i.

Kegiatan keagaaman yang dimotori oleh kalua muda saat ini sangat penting mengingat pesatnya kemajuan teknologi yang semakin hari makin menjamur dan tentunya memberikan efek tersendiri bagi penggunanya, sehingga dibutuhkan kajian-kajian dan pendalaman ilmu-ilmu Agama Islam agar tetap pada koridor dan jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan Ahli Sunnah wal Jama’ah.

(F-Wtk)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *